Banten

Membayangkan Masa Depan Jabodetabekpunjur: Makin Lengket, Bebas Ribet

Bayangkan Anda bangun pagi di Tangerang, sarapan dengan tenang, lalu berangkat kerja ke Jakarta menggunakan transportasi umum yang mulus dan terintegrasi tanpa harus pusing memikirkan macet. Di sisi lain, urusan pelik seperti pengelolaan sampah antarwilayah hingga ketersediaan pangan keluarga sehari-hari terjamin dengan aman.

Terdengar seperti mimpi? Ternyata tidak. Impian hidup nyaman di mega-kawasan ini perlahan mulai dirajut lewat wacana penguatan wilayah aglomerasi Jabodetabekpunjur (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur).

Geliat kolaborasi ini terasa hangat dalam diskusi Sustainable Aglo City Summit 2026 yang digelar di Harris Hotel, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (23/4/2026) lalu. Diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, pertemuan ini seolah menjadi ajang ‘pemanasan’ antartetangga untuk saling bahu-membahu membangun kawasan yang lebih maju.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten, Wawan Gunawan antusias membahas perkembangan rencana penguatan antar-kawasan ini. Mewakili Pemprov Banten, ia menyambut baik inisiatif yang akan membuat batas-batas wilayah administrasi tak lagi menjadi penghalang pembangunan.

“Secara teknis, beberapa kerja sama sebenarnya sudah kita jalankan lho, contohnya seperti konektivitas transportasi publik antara Banten dengan Jakarta,” ungkap Wawan.

Baca juga Mahasiswa Soroti Kemiskinan di Provinsi Banten

Ke depan, Wawan membocorkan ada tiga pekerjaan rumah besar yang akan ‘dikeroyok’ bersama-sama oleh daerah-daerah di kawasan Jabodetabekpunjur: membuat transportasi publik makin mumpuni, mengurus sampah agar tak jadi masalah abadi, dan memastikan ketahanan pangan warga tetap aman terjaga. Ia yakin, jika daerah-daerah di Banten ikut terlibat aktif, aksesibilitas warga akan makin mudah dan roda ekonomi akan berputar jauh lebih cepat.

Semangat yang sama juga dilontarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja. Bagi Soma, merapatkan barisan wilayah aglomerasi ini bukan sekadar wacana manis, melainkan sebuah kebutuhan yang mendesak.

Usut punya usut, konsep besar aglomerasi ini sebenarnya sudah dirancang dengan matang oleh Bappenas. Menyadari hal itu, Pemkab Tangerang berinisiatif mengambil langkah berani untuk memulainya lebih dulu dari lingkup Jabodetabekpunjur.

“Mudah-mudahan nanti bisa terus dikembangkan, baik dari Pemprov Banten, DKI Jakarta, maupun Jawa Barat. Oleh karena itu, saya minta semuanya aktif memberikan kontribusi pemikirannya,” harap Soma sambil mengajak semua pihak ikut nimbrung menyumbang ide.

Pertemuan di Gading Serpong ini baru langkah awal. Pada puncaknya di tanggal 29 April 2026 mendatang, sebuah seminar nasional besar akan digelar. Tak main-main, tokoh-tokoh penting seperti Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wamendagri Aria Bima, hingga praktisi transportasi Ignasius Jonan dijadwalkan hadir bersama para peneliti dan perwakilan daerah.

Jika semua kolaborasi ini berjalan lancar, memiliki kawasan Jabodetabekpunjur yang saling melengkapi, ramah lingkungan, dan nyaman untuk ditinggali rasanya bukan lagi sekadar angan-angan. Mari kita tunggu kabar baik selanjutnya. (red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button