Dari Ruang Kuliah ke Rumah Singgah: Saat Mahasiswa Belajar Kepedulian Bersama Relawan FBn

Suasana Rumah Singgah Fesbuk Banten News (FBn) di Jalan Gelatik, Komplek Tegal Padang, Drangong, Kota Serang, Sabtu (9/5/2026), tampak berbeda dari biasanya. Siang itu, tujuh mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten (SMHB), datang membawa rasa ingin tahu sekaligus semangat belajar tentang gerakan sosial kemasyarakatan.
Mereka bukan datang untuk sekadar berkunjung. Di rumah singgah sederhana yang selama ini menjadi pusat aktivitas Relawan FBn, para mahasiswa melakukan observasi dan wawancara mengenai kiprah sosial yang telah dijalankan komunitas tersebut di tengah masyarakat Banten.
Baca juga Mahasiswa Soroti Kemiskinan di Provinsi Banten
Kedatangan mereka disambut hangat Direktur Fesbuk Banten News, Lulu Jamaludin, bersama sejumlah relawan lainnya. Obrolan berlangsung santai, namun penuh makna. Sesekali terdengar tawa, di sela cerita tentang kegiatan sosial, bantuan kemanusiaan, hingga semangat gotong royong yang terus dijaga para relawan.
Bagi Haris, salah satu mahasiswa yang hadir, kunjungan itu menjadi pengalaman baru yang membuka pandangan tentang arti kepedulian sosial.
“Awalnya kami ingin mengetahui apa itu FBn, bagaimana perannya membantu masyarakat, dan bagaimana kepedulian itu dibangun untuk tujuan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Haris, keberadaan FBn tidak hanya berfungsi sebagai media informasi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya solidaritas sosial. Dari kegiatan yang mereka amati, ia melihat bagaimana relawan berusaha menghadirkan rasa peduli, kerja sama, dan semangat berbagi di tengah kehidupan masyarakat.
Kunjungan tersebut juga menjadi langkah awal membangun hubungan antara mahasiswa dan komunitas sosial. Tidak hanya belajar lewat teori di ruang kelas, mereka kini melihat langsung bagaimana aksi sosial dijalankan di lapangan.
“Banyak nilai positif dan pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan para relawan FBn,” kata Haris.
Ia pun berharap, ke depan mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga dapat ikut terlibat dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial bersama Relawan FBn.
Sementara itu, Lulu Jamaludin menilai kunjungan tersebut menjadi bentuk sinergi yang baik antara dunia akademik dan komunitas sosial kemasyarakatan di Banten. Menurutnya, keterlibatan generasi muda penting untuk menjaga semangat gotong royong dan kepedulian sosial agar terus hidup di tengah masyarakat.
Di tengah kehidupan yang semakin individualistis, pertemuan sederhana di rumah singgah itu seolah menjadi pengingat bahwa kepedulian masih tumbuh dan anak muda tetap punya ruang untuk ikut merawatnya. (***)






