Naik 26 Persen, Laba Bersih Bank Banten di Kuartal I 2026 Capai Rp4,35 Miliar
JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk BEKS mencatat peningkatan laba bersih menjadi Rp4,35 miliar pada kuartal pertama 2026. Capaian ini naik 26 persen dibandingkan Rp3,46 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan peningkatan aktivitas operasional lainnya.
Berdasarkan data laporan keuangan perusahaan, yang dikutip ipotnews official, pendapatan bunga bersih tercatat Rp57,62 miliar, naik 2,3 persen dari Rp47,09 miliar pada Maret 2025, seiring dengan kenaikan pendapatan bunga menjadi Rp178,03 miliar. Beban bunga juga meningkat menjadi Rp120,41 miliar.
Baca juga Bank Banten Gelar RUPST 28 April 2026
Pendapatan operasional lainnya turut menguat menjadi Rp19,89 miliar, didorong oleh kenaikan pendapatan administrasi dan transaksi nasabah.
Sementara itu, beban operasional lainnya naik menjadi Rp70,30 miliar, terutama dari beban tenaga kerja dan administrasi, namun efisiensi operasional tetap terjaga sehingga laba operasional bersih meningkat 246,6 persen menjadi Rp11,27 miliar dari Rp3,25 miliar tahun sebelumnya.
Dari sisi arus kas, Bank Banten mencatat kenaikan kas dan setara kas sebesar Rp380,29 miliar, berbalik dari penurunan Rp223,31 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kas akhir periode mencapai Rp2,14 triliun, menunjukkan penguatan likuiditas dan kemampuan bank dalam menjaga arus kas operasional.
Kemudian untuk total aset bank per 31 Maret 2026 mencapai Rp10,11 triliun, naik tipis dari Rp10 triliun pada akhir 2025. Kenaikan ini terutama berasal dari pertumbuhan portofolio kredit dan efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali.
Di sisi lain, total liabilitas meningkat menjadi Rp8,21 triliun, seiring dengan kenaikan simpanan nasabah yang mencapai Rp6,86 triliun, naik 7 persen dari akhir tahun lalu.
Ekuitas bank relatif stabil di Rp1,90 triliun, dengan defisit yang sedikit menurun menjadi Rp2,77 triliun. Meskipun penghasilan komprehensif lain mencatat rugi sebesar Rp15,92 miliar, kinerja laba bersih yang positif menunjukkan tren pemulihan yang berkelanjutan bagi Bank Banten. (red)






